Tampil Ramah


Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Alangkah beruntung seseorang yang memiliki akhlak mulia. Dalam dirinya terpancar keramahan; sopan dalam bersikap, santun dalam bertutur, dan tulus dalam membantu. Dapat dipastikan siapa pun yang ada di dekatnya akan merasakan kenyamanan.

Ramah merupakan reaksi yang lahir dari hati yang bersih dan reaksi yang ditampilkannya pun tak lepas dari suasana hati. Jika hatinya bersih, sudah tentu suasana yang muncul pun penuh dengan kesenangan dan kegembiraan, sehingga setiap kesusahan tidak melahirkan keluhan.
Sebaliknya, hati yang kotor, yang jauh dari kebeningan dampak yang akan muncul tak jauh dari ketidakramahan. Setiap permasalahan dihadapi dengan emosional. Masalah yang sepele menjadi rumit
menjadikan suasana batin yang selalu lelah, tegang jauh dari ketenangan.

Indahnya ramah dapat terpancar dari hati siapa saja tanpa memandang rupa, harta, dan tahta. Secantik, setampan apa pun seseorang, jika ia termasuk orang yang judes, ketus, pemarah dipastikan segala keindahan fisiknya akan hilang. Lain halnya jika seseorang yang penampilan luarnya biasa-biasa saja, tampak bersahaja, begitu menyejukan, membuat nyaman orang yang mendengarnya. Tidak perlu ber-make up tebal, jas keren, atau sepatu mengkilat, karena keindahan hakiki sudah tercermin dari hati yang bersih.

Sikap ramah, selain dapat memperindah tampilan juga dapat menyehatkan badan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli, orang ramah kondisi badan, batinnya tetap berada pada
kondisi normal, sehingga energi yang ada tidak terkuras untuk marah, ketus. Begitu pun dengan penelitian terhadap Nabi Muhammad SAW yang selama hidupnya hanya dua kali mengalami sakit.

Ternyata, kuncinya bukan hanya kebeningan hati dan ibadah yang istiqamah terhadap Allah SWT, melainkan karena kepedulian dan kasih sayang yang besar terhadap orang lain. Beliau selalu membahagiakan orang yang berada di dekatnya, sikap dan tutur kata yang sangat ramah, senyuman yang tulus, dan sapaan yang penuh hormat.

Saudaraku, jangan pernah merasa kecewa, pesimis jika kemampuan yang kita miliki hanya cukup untuk tampil biasa dan seadanya, baik penampilan, harta, maupun tahta. Kita bisa menampilkan keindahan yang mengesankan dengan selalu tampil ramah, sopan, dan tulus. Hadapilah hidup yang hanya sekali ini dengan penuh keramahan. Tunjukan wajah yang cerah, senyumlah dengan wajar dan tulus, dan temui orang lain dengan sikap sopan santun serta sapalah dengan penuh keramahan dan penghormatan.

Sumber : Buletin Sakinah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: