Muhammad “Guru” Dunia


Oleh: Ulis Tofa, Lc


Adalah Muhammad saw. Nabi untuk kemanusiaan… kedamaian tersemaikan,kesejahteraan terealisasikan…. Allah swt. memberi kelebihan dankeutamaan kepada kita, umat Muhammad, berupa misi beliau yang menebar rahamatan lil ’alalim. Sungguh benar firman Allah swt,

”Dan Kami tidak mengutus kamu, kecuali sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta.” Al Anbiya’:107

Kasih sayang Muhammad saw. meliputi hewan dan tanaman. Terhadap
burung dan unta misalkan, atau terhadap pelepah kurma yang merintih,
sehingga hati beliau tersayat ketika mendengar rintihannya.
Tentunya, terhadap manusia beliau lebih sayang, terutama kepada anak-anak.

Muhammad saw. merupakan contoh agung dalam berkasih sayang dan
bersikap lembut terhadap anak-anak. Beliau teladan besar dalam mendidik
anak-anak kita.

Adalah Muhammad saw. sebagai ayah yang penyayang, sebagai kakek yang
lembut dan penuh perhatian terhadap semua anak-anak… Inilah pribadi
Muhammad, Nabi kemanusiaan saw.

Sungguh, Muhammad saw. memberi pelajaran dan pengalaman berharga
bagi kita semua dalam hal mendidik anak-anak kita. Agar kita mampu
mencetak generasi yang mampu mengemban tanggungjawab luhur dan
mengangkat tinggi panji Islam.

Pokok-Pokok Pendidikan Muhammad

Sirah Nabi telah mengajarkan kepada kita prinsip-prinsip pendidikan,
yaitu pentingnya anak-anak memiliki percaya diri, mandiri dan mampu
mengemban tanggungjawab di usia dini. Inilah problematika kita
sekarang, anak-anak kita kehilangan sikap percaya diri, mandiri dan
mental dewasa.

Kita berhajat untuk mengingat peristiwa di mana Muhammad saw.
menjadikan Zaid bin Haritsah sebagai pemimpin pasukan kaum muslimin,
meskipun usianya masih muda belia. Ketika itu umurnya baru enam belas
tahun (16), padahal ada orang yang lebih tua dan lebih tinggi
kedudukannya, seperti Abu bakar, Umar radhiyallahu anhum. Kenapa
Muhammad melakukan hal demikian? Adalah karena beliau ingin mengajarkan
kepada Zaid rasa percaya diri, dan agar menghilangkan anggapan sebagian
orang bahwa Zaid tidak mampu, sekaligus sebagai pembelajaran bagi
generasi masanya untuk peduli dengan problematika umat dan
berkontribusi menyelesaikannya.

Pendidikan Sikap dan Perilaku

Muhammad saw. mengajarkan dasar-dasar ajaran agama yang lurus kepada
anak-anak sejak dini. Beliau mendorong mereka untuk mempelajari etika
umum dan perilaku lurus yang orang Barat sekarang menamakannya sebagai ”Seni Etika”.

فقد روى البخاري ومسلم أن عمر بن أبي سلمة، قال:” كنت
غلامًا في حجر رسول الله، وكانت يدي تطيش في الصفحة، فقال لي رسول الله
“يا غلام، سمِّ الله، وكل بيمينك، وكل مما يليك”، وعندما أراد الحسين- رضي
الله عنه – أن يأكل تمرة من تمر الصدقة، قال له الرسول : “كخ كخ، أما علمت
أنا لا تحل لنا الصدقة؟!”

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Umar bin Abi Salamah, ia berkata: ”Ketika
saya masih kecil di asuhan Rasulullah, saya hendak meraih makanan di
nampan, maka Rasulullah saw. bersabda, ”Wahai anak kecil, sebutlah nama
Allah, makanlah dengan tangan kanan, dan makanlah apa yang terdekat
dari kamu.”

Ketika Husain ra, cucu Nabi hendak makan kurma dari hasil sedekah, maka Rasulullah saw. bersabda, ”Jangan, jangan. Bukankah kamu tahu, bahwa tidak halal bagi kita -keluarga NAbi- sedekah seseorang?!.”

Ayah Yang Penyayang

Ketika kita berbicara kasih sayang dan kelembutan Muhammad saw.
terhadap anak-anak, maka tidak akan pernah kita temukan bandingan dan
permisalan seperti beliau saw. Banyak peristiwa dalam sirah Nabi yang
mempesona berkaitan dengan kasih sayang beliau terhadap anak-anak. Baik
beliau sebagai Ayah, Kakek atau Pendidik bagi semua anak-anak. Termasuk
kasih sayang beliau terhadap anak-anak non muslim.

فقد كان النبي- صلى الله عليه وسلم- يرفع ابنته فاطمة
الزهراء – رضي الله عنها – وهي صغيرة عاليا ثم ينزلها ويفعل هذا عدة مرات،
ثم يقول “ريحانه أشمها ورزقها على ربها”،

Adalah Muhammad saw. mengangkat dan melempar ke atas putri
kecilnya, Fathimah Az Zahra’ ra tinggi-tinggi dan menangkapnya. Beliau
melakukan iti beberapa kali, kemudian beliau bersabda, ”Semoga harum
namanya dan luas rizkinya.”

Adalah Muhammad sangat mencintai cucu-cucunya.

وكان النبي- صلى الله عليه وسلم- محبا لأحفاده وكان
كثيرا ما يقوم بتدليلهم فعن جابر يقول” دخلت على النبي صلى الله عليه
وسلم، وهو يمشي على أربعة وعلى ظهره الحسن والحسين – رضي الله عنهما- وهو
يقول “نعم الجمل جملكما ونعم العدلان أنتما”، وروى الإمام أحمد في مسنده،

Diriwayatkan oleh Jabir, berkata, ”Saya menemui Nabi saw, ketika
beliau berjalan merangkak sedangkan di atasnya Hasan dan Husain ra
sedang bercanda. Beliau bersabda, ”Seganteng-ganteng orang adalah
kalian berdua, dan seadil-adil orang adalah kalian berdua.”

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, berkata, ”Kami shalat Isya’
bersama Nabi. Ketika Nabi sujud, Hasan dan Husain menaiki punggung
Nabi. Ketika beliau mengangkat kepalanya, beliau mengambil keduanya
dari sisi belakang dengan cara lembut dan menaruh keduanya di lantai.
Ketika beliau sujud kembali keduanya mengulangi seperti sebelumnya
sampai beliau selesai shalat. Kemudian beliau mendudukkan salah satunya
di pahanya.”

Dari Usamah bin Zaid ra, Rasulullah saw mengambil saya dan
mendudukkan saya di pahanya sedangkan di paha satunya duduk Hasan ra,
kemudian beliau merangkulkan keduanya seraya berdo’a, ”Ya Allah sayangi
keduanya, karena saya menyayangi keduanya.”

Dari Abdullah bin Buraidah dari bapaknya, berkata, ”Adalah
Rasulullah saw sedang berkhutbah, ketika itu Hasan dan Husain memakai
baju merah berjalan-jalan dan mutar-mutar di dalam masjid. Maka
Rasulullah saw. turun dari minbar dan mengambil keduanya, dan
menaruhnya di dekatnya seraya bersabda, ”Sungguh benar firman Allah,
”Sesungguhnya harta-harta dan anak-anak kalian adalah fitnah bagi
kalian.” Saya lihat kedua anak ini jalan-jalan, sehingga saya tidak
bersabar, saya memotong khutbahku agar saya mengambil keduanya.”

وجاء الأقرع بن حابس إلى رسول الله فرآه يقبّل الحسن بن
علي،” فقال الأقرع: أتقبّلون صبيانكم؟! فقال رسول الله: (نعم)، فقال
الأقرع: إن لي عشرةً من الولد ما قبلت واحدًا منهم قط، فقال له رسول الله
: (من لا يرحم لا يرحم) متفق عليه.

Al Aqra’ bin Habis datang menemui Rasulullah saw. Ketika itu ia melihat beliau mencium Hasan bin Ali ra. Maka saya bertanya, ”Apakah
kalian mencium anak-anak kalian?” Rasulullah saw. menjawab, ”Ya”. Al
Aqra’ berkata, ”Sungguh, saya mempunyai sepuluh anak, tidak pernah
sekali pun saya mencium salah satu dari mereka.” Maka Rasulullah saw.
bersabda, ”Barangsiapa yang tidak sayang, ia tidak akan disayang.”
Muttafaqun ’Alaih.

Perilaku Muhammad saw. yang demikian tidak hanya kepada keluarganya
saja, tapi untuk semua anak-anak pada masanya, sampai pembantunya
sekalipun. Adalah Anas Bin Malik memberi kesaksian, ”Saya telah sepuluh tahun menjadi pelayan Rasul, selama itu beliau tidak pernah berkata uf atau hus ata ah kepada saya.”

Adalah Muhammad saw. sangat menganjurkan agar memberi nama anak
dengan sebaik-baik nama, begitu juga beliau sangat tidak setuju dan
melarang pemberian nama yang buruk. Kenapa? Karena nama itu jangan
sampai mempengaruhi mentalitas anak ketika mereka menginjak dewasa.

Muhammad saw. juga sangat memperhatikan penampilan anak-anak.

فعن نافع بن عمر أن النبي – صلى الله عليه وسلم – رأى صبيا قد حلق رأسه وترك بعضه فنهاهم عن ذلك وقال “احلقوه كله أو اتركوه كله”،

Diriwayatkan dari Nafi’ bin Umar, bahwa Nabi saw. melihat anak
kecil rambutnya dipotong separuh dan separuh lagi dibiarkan, maka
beliau melarang hal yang demikian, seraya bersabda, ”Cukur semuanya
atau tidak sama sekali.”

Inilah bukti kepedulian beliau terhadap penampilan anak, agar
anak-anak tampil lebih baik, yaitu tampilan Islami. Contoh peristiwa
kepedulian Muhammad saw. terhadap pendidikan perilaku dan kasih sayang
beliau terhadap anak-anak sangatlah banyak sekali.

Penyayang Terhadap Non Muslim

Muhammad saw. tidak hanya penyayang terhadap anak-anak muslim saja. Namur beliau juga penyayang terhadap anak-anak non muslim.

Adalah kisah anak non muslim Abu Mahdzurah, si pemilik suara merdu.
Ketika dia mengejek adzan. Bagaimana Muhammad saw. Memperlakukannya?
Beliau tidak memarahinya atau menghukumnya atas ejekan itu. Bahkan
beliau mengusap kepalanya seraya berdo’a, “Ya Allah, berilah
keberkahan terhadapnya dan tunjukilah dia kepada Islam, beliau
mengucapkan itu dua kali. Selanjutnya beliau menyuruh dia mengucapkan,
“Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar” sampai akhirnya Abu Mahdzurah
adzan di Makkah, Subhanallah!

Muhammad saw. juga sangat peduli terhadap anak-anak non muslim yang
sedang sakit, beliau mendo’akan kesembuhannya, beliau memegang
tangannya dan mendo’akan kebaikan terhadapnya.

فقد ورد في صحيح البخاري عن أنس بن مالك رضي الله عنه،
قال: “كان غلام يهودي يخدم النبي صلى الله عليه وسلم فمرض, فأتاه الرسول –
صلى الله عليه وسلم- يعوده فقعد عند رأسه، فقال له أسلم فنظر إلى أبيه وهو
عنده، فقال له: “أطع أبا القاسم”؛ فأسلم الصبي ,فخرج النبي- صلى الله عليه
وسلم- وهو يقول الحمد لله الذي أنقذه من النار “

Diriwayatkan dalam shahih Imam Bukhari dari Anas bin Malik ra, berkata,
“Adalah seorang anak Yahudi menjadi pelayan Nabi sedang menderita
sakit, maka Rasulullah saw. menjenguknya. Beliau duduk di dekat
kepalanya seraya berkata kepadanya, “Berislamlah”. Anak tadi menoleh
kepada ayahnya yang berada di sampingnya. Ayahnya berkata, “Ikuti Abal
Qasim”. Maka bocah tadi masuk Islam. Lalu Rasulullah saw. keluar seraya
berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan dia dari
neraka.”

Sunggguh Agung Kepribadian Muhammad

Sungguh, sungguh menakjubkan pribadi engkau wahai Muhammad. Engaku
tetap menjadi teladan, model dan idola yang layak dicontoh bagi setiap
manusia dalam segala sisi kehidupan. Engkau adalah kasih sayang yang
dihamparkan Allah swt. di muka bumi. Engkau telah menjadikan kami
sebagai “khairu ummah”, sebaik-baik umat manusia.” Sungguh benar firman Allah swt,

”Sungguh, ada suri tauladan yang baik bagi kalian pada diri
Rasulullah, yaitu bagi siapa saja yang mengharap (berjumpa dengan)
Allah dan Hari Akhir.”
Al Ahzab:21

Shalawat dan salam untukmu Ya Rasulullah. Allahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: