Archive for Juni, 2008

Kemurahan Yang Besar dari Allah SWT

Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau meriwayatkan dari Tuhannya, Tabaaraka wa ta’aala. Firman-Nya : “Sesungguhnya Allah telah menetapkan nilai kebaikan dan kejahatan, kemudian Dia menjelaskannya. Maka barangsiapa berniat mengerjakan kebaikan tetapi tidak dikerjakannya, Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Jika ia berniat untuk berbuat kebaikan lalu ia mengerjakannya, Allah mencatatnya sebagai 10 sampai 700 kali kebaikan atau lebih banyak lagi. Jika ia berniat melakukan kejahatan, tetapi ia tidak mengerjakannya, Allah mencatatkan padanya satu kebaikan yang sempurna. Jika ia berniat melakukan kejahatan lalu dikerjakannya, Allah mencatatnya sebagai satu kejahatan”.

Mengapa Muncul Sifat RAKUS

Rakus adalah kepatuhan pada tuntutan perut dan seksual, serta ketamakan yang sangat terhadap makanan dan seksual. Sifat ini dapat dijelaskan dari sisi dampak-dampak yang diakibatkan oleh kekuatan keinginan syahwati, yakni tuntutan perut dan seksual, cinta dunia dan lain sebagainya. Di antara sifat-sifat hina yang paling umum adalah cinta dunia dan yang berkait dengannya. Kami akan menjelaskannya mengapa sifat ini disebut sifat yang hina dan tercela.

Kupas Tuntas TAUBAT

Hakikat taubat adalah: Menyesal terhadap apa yang telah terjadi, meninggalkan perbuatan tersebut saat ini juga, dan ber-azam yang kuat untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut dimasa yang akan datang.

Baca lebih lanjut

Shabar Menghadapi Kehidupan

Pemateri : Ustd. Ahmad Humaedi

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (QS. Ali Imran : 200).

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Baca lebih lanjut

Ikhlas Berbuah KeTANGGUHan

Oleh :Ust.Tate Qomaruddin,Lc.

Dari Amirul Mu’minin Abu Hafsh Umar bin al-Khattabr.a. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Amal-amal itu bergantung pada niatnya. Setiap orang hanya akan memperoleh apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya itu (dinilai sebagai hijrah) kepada Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya untuk memperoleh dunia atau menikahi wanita maka hijrahnya itu dinilai sesuai dengan yang ia tuju.’” (H.R. Bukhari dan Muslim)

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِامْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)

Baca lebih lanjut

Mengambil Hikmah Dari Setan

Sekejap saja manusia lengah, setan akan masuk, lalu mengacaukan hati dan syahwat.

Mungkin tidak segencar tahun-tahun lalu ketika tayangan berbau mistis dan setan membanjiri mata kita lewat TV. Tetapi ternyata masih ada juga TV yang “konsisten” menampilkan tanyangan (kebanyakan berupa sinetron) yang mengambil tema tentang mistik dan syetan. Yah ! ternyata bukan masalah pemahaman atau visi yang berbeda tetapi hanya satu kata. Uang atau Duwit ! sesuatu yang lebih berbahaya. Karena dengan motivasi itu, produser berikut station membuat itu semua karena rating, tarif iklan dan pemasukan uang yang lain. Tidak peduli dengan efek dari penayangan yang mereka lakukan…mereka berdalih inilah yang disukai masyarakat..inilah yang laku..inilah yang bisa dilakukan dengan cepat untuk mengejar setoran (siapa yang ngejar ya ??).

Menyiasati Kegundahan Hati

Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk menata hatidikala gundah. Karenanya, dikala suatu musibah dirasa berat, makasebenarnya itu semata-mata karena kita belum mampu memahami hikmah dibalik kejadian tersebut. Atau kita masih beranggapan bahwa rencana kita lebih baik daripada rencana Allah.

Baca lebih lanjut

Jilbab Dalam Al Quran dan Jilbab Zaman Sekarang

A. Pendahuluan
Ketika masyarakat kita mengenal kata ‘jilbab’ (dalam bahasa indonesia) maka yang dimaksud adalah penutup kepala dan leher bagi wanita muslimah yang dipakai secara khusus dan dalam bentuk yang khusus pula. Lalu bagaimanakah kata ‘jilbab’ muncul dan digunakan dalam masyarakat arab khususnya pada masa turunnya Al Quran kepada Nabi Muhammad Saw dalam surat Al Ahzaab ayat 56. Apa yang dimaksudkan Al Quran dengan kata ‘jalabiib’ bentuk jamak (plural) dari kata jilbab pada saat ayat kata itu digunakan dalam Al Quran pertama kali. Sudah samakah arti dan hukum memakai jilbab dalam Al Quran dan jilbab yang dikenal masyarakat Indonesia sekarang.

Baca lebih lanjut

Separuh Dien

Pernah, suatu ketika diri ini bertanya..apa sih yang membuat “hanya” dengan menikah kita telah menggenapkan dien kita..subhanallah, jawabannya mungkin tidak akan pernah terjawab jika aku belum menikah..tapi karena aku sudah menikah, dan hampir 2 tahun aku melaluinya, insya Allah terjawab sudah..

Baca lebih lanjut

Disaat Wanita Harus Bekerja

Tidak bisa dipungkiri, antara wanita dan bekerja adalah sebuah polemik. Dalam satu sisi, jelas disebutkan dalam Al-Qur’an,

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu[1216] dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya……. (Al-Ahzab:33)

Baca lebih lanjut

Lulus Ujian Akhir? Bidadari Surga Menantimu..

Kafemuslimah.com

Oleh : Anugerah Wulandari

Hidup penuh ujian. Allah SWT berfirman bahwa Ia memberi ujian agar mengetahui siapakah yang terbaik amalnya. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan bagimu, agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka terbaik perbuatannya.” (QS. al-Kahfi: 17)

Baca lebih lanjut

AKHWAT SEJATI

In Artikel Islami

Seorang gadis cilik bertanya pada Ayahnya
“Abi…ceritakan padaku tentang Akhwat Sejati”
Sang Ayah pun menoleh dan tersenyum seraya menjawab

Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dari
kecantikan hati yang ada dibaliknya.

Akhwat Sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tapi dilihat dari
sejauh mana Ia menutupi bentuk tubuhnya.

Akhwat Sejati bukan dilihat dari begitu banyak kebaikan yang diberikan, tetapi dari
keikhlasan Ia memberikan kebaikan itu.

Akhwat Sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dari
apa yang sering mulutnya bicarakan.

Akhwat Sejati bukan dilihat dari keahlIannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara.

Sang Ayah terdIam sembari menatap putrinya
“Lantas apa lagi Abi…?”
Ketahuilah putriku….

Akhwat Sejati bukan dilihat dari keberaniannya berpakaian, tetapi dilihat dari
sejauh mana Ia berani mempertaruhkan kehormatannya.

Akhwat Sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari
kekhawatirannya yang mengundang orang jadi tergoda.

Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujIan yang Ia jalani, tetapi dilihat dari
sejauh mana Ia menghadapi ujian itu dengan Syukur.

Dan Ingatlah…!!!

Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari
sejauh mana Ia bisa menjaga kehormatannya dalam bergaul.

Setelah itu Sang anak kembali bertanya
“Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu Abi…?”
Sang Ayah memberikan sebuah buku dan berkata

“Pelajarilah mereka!!”
Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihat sebuah tulisan
“ISTRI PARA NABI”

Meski kita bukanlah salah satu dari Istri Nabi
Tapi meneladaninya adalah sebuah bentuk kecintaan kita terhadap
Allah SWT