Profil Rumah Muslim Ideal


Rumah merupakan kebutuhan yang didambakan oleh setiap insan. Di sanalah tempat mereka bercengkrama bersama keluarga, melepas kepenatan dan permasalahan hidup, membina isteri dan anak-anak. Di sanalah tempat seseorang bersembunyi dari aib diri dan keluarga, menjaga diri dari panas dan hujan, menghindarkan keluarga dari mara bahaya. Dan disanalah tempat seseorang menumpahkan segala kebutuhan dan memperoleh kebahagiaan.

Tidak diragukan lagi bahwa rumah seorang muslim yang ideal adalah rumah yang memiliki ciri khas tersendiri dibanding yang lainnya, teristimewa dalam hal ciri dan tandanya, adab dan etikanya, perhatian dan arahannya, serta tujuan dan kepentingannya. Demikian pula teristimewa dalam hal obsesi dan misinya.

Di antara ciri dan keistimewaan rumah seorang muslim yang iltizam (komitmen), adalah sebagai berikut:

  • Rumah yang di dalamnya senantiasa dihidupkan ibadah kepada Allah subhanahu wata’aala dan terhindar dari perbuatan syirik. Ikhlas dan jauh dari riya’ (mengharap pujian orang). Karena Allah subhanahu wata’aala memerintahkan kepada seluruh hamba-Nya untuk beribadah, menyembah dan menauhidkanNya dan menjauhi perbuatan syirik. Allah subhanahu wata’aala berfirman, artinya, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.(QS. adz-Dzariyat: 56). Dalam ayat yang lain, artinya, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun”. (QS. an-Nisaa`: 36). Dalam hal ini Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam juga bersabda dalam hadits qudsi, “Aku tidak butuh terhadap sekutu-sekutu, barangsiapa beramal suatu amalan ia menyekutukan Aku dengan selain diri-Ku (dalam amalnya tersebut) maka pasti Aku tinggalkan dirinya dan sekutunya”. (HR. Muslim)

  • Rumah yang di dalamnya terdapat amal ibadah yang berdasarkan ittiba` (mengikuti petunjuk rasul shallallahu ‘alahi wasallam) dan terhindar dari perbuatan bid`ah (amal ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam).

    Firman Allah subhanahu wata’aala, artinya, “Katakanlah, “Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”.(QS. Ali Imran: 31).

    Dalam ayat yang lain, artinya, “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih”. (QS. an-Nur: 63).

    Demikian pula Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Seluruh umatku akan masuk surga kecuali yang enggan. Para sahabat beliau bertanya, “Siapa yang enggan masuk surga wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Siapa yang mentaati aku pasti masuk surga dan siapa yang membangkang tidak mentaati aku sungguh ia telah enggan untuk (masuk surga).” (HR. al-Bukhari)

    Dalam sabda beliau yang lain, “Siapa yang mengada-adakan (suatu perbuatan) di dalam agama kami ini yang tidak termasuk darinya, maka ia tertolak”. (Muttafaqun `alaih)

  • Rumah yang berdiri diatas ketaqwaan kepada Allah, dengan tujuan membentuk sebuah keluarga yang sakinah (tentram), mawaddah (saling mencintai) dan rahmah (saling mengasihi). Hal itu juga merupakan tujuan pokok terjalinnya ‘mitsaaqan ghalizha’ (perjanjian yang kuat) antara kaum Adam dan Hawa.

  • Rumah yang senantiasa di dalamnya dihidupkan nuansa ilmu(syar`i) dan berpengetahuan. Sungguh Allah subhanahu wata’aala akan mengangkat derajat orang berilmu beberapa derajat, dan Allah subhanahu wata’aala mudahkan baginya jalan menuju surga. Dan tentunya akan sangat berbeda antara rumah yang berpenghuni hamba yang berilmu dan mengamalkannya dan rumah dengan berpenghuni orang yang tidak mengerti ilmu syar`i.

    Allah subhanahu wata’aala berfirman, artinya, “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS. az-Zumar: 9)

  • Rumah yang di dalamnya senantiasa dihidupkan kebiasaan saling tolong-menolong, bahu membahu antara anggota keluarga dalam rangka kebaikan dan taqwa.

  • Rumah yang di dalamnya terdapat hubungan yang sangat baik antara suami isteri dan menjadikan rumah tersebut sebagai madrasah tempat mendidik, mengarahkan dan membimbing anak-anak. Suami adalah pemimpin yang senantiasa mengayomi, membimbing, menyayangi orang yang berada di bawah tanggung-jawabnya. Isteri juga hendaknya senantiasa menaati suami (dalam kebaikan), menjaga diri, harta, dan menjadi pembimbing yang baik bagi anak-anak. Demikian pula seorang anak, ia wajib menaati kedua orang tuanya, berbuat baik, dan tidak menjadikan mereka sakit hati akibat prilaku buruknya. Dan masing-masing harus selalu ingat, bahwa ia akan bertanggungjawab di hadapan Allah subhanahu wata’aala.

    Dan hendaknya setiap orang tua senantiasa menasihati anak-anaknya, sebagaimana ‘Luqman’ menasihati anaknya, agar menyembah hanya kepada Allah subhanahu wata’aala saja, menjauhi syirik, menghindari perbuatan dosa sekecil apa pun bentuknya karena Allah subhanahu wata’aala Maha melihat segala apa yang tersembunyi. Demikian juga janganlah ia meremehkan perbuatan baik, walaupun kecil bentuknya karena Allah subhanahu wata’aala akan mengganjarnya, mendirikan shalat, mengajak untuk berbuat yang ma`ruf, mencegah dari perbuatan maksiat, bersabar, dan janganlah memalingkan muka terhadap sesama atau berjalan dengan congkak dan sombong.

  • Berpenghuni orang-orang yang adil dan tidak berbuat zhalim, baik terhadap para isteri, anak-anaknya, tidak membedakan antara anak laki-laki dan perempuan, dan berbuat baik kepada pembantu. Hal tersebut juga merupakan ciri khas rumah muslim ideal.

    Demikianlah Allah subhanahu wata’aala memerintahkan kepada hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya, artinya, “Berbuat adillah karena adil itu lebih dekat kepada taqwa”. (QS. al-Maidah: 8).

    Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam juga bersabda, “Siapa yang memiliki dua isteri, lalu lebih condong kepada salah satunya maka ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan sebelah badannya miring”. (HR. Ahmad dan Abu Daud, dan dinilai shahih oleh al-Albani).

    Dan dari Nu`man bin Basyir bahwa ayahnya membawa beliau datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, lalu ia berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, Sesungguhnya saya telah memberikan kepada anakku ini (Nu’man) seorang budak milikku, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bertanya, “Apakah seluruh anakmu engkau berikan seperti dia?” Ia menjawab, “Tidak.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam pun bersabda, “Kembalikan (budak tersebut)”. Dalam sebuah riwayat beliau bersabda, “Takutlah kalian kepada Allah dan berbuat adillah kepada anak-anak kalian”.(Muttafaq `alaih).

  • Merupakan keistimewaan rumah muslim ideal adalah rumah yang di dalamnya hidup sifat ‘itsaar’ (lebih mendahulukan orang lain walaupun ia membutuhkan), dan memuliakan orang lain, berbuat baik serta menghormati tetangganya. Sifat inilah yang hampir-hampir tidak kita dapati di rumah-rumah muslim zaman ini. Sebaliknya sifat individualismelah yang semakin membudaya, acuh tak acuh terhadap orang lain, sampai-sampai kepada tetangga terdekat pun ia tidak mengenalnya, lebih-lebih mengetahui kondisinya: Apakah tetangganya membutuhkan bantuan, sakit, kelaparan atau pun yang lainnya. Ia sama sekali tidak peduli.

    Dalam hal ini Allah subhanahu wata’aala berfirman, artinya, “Dan mereka lebih mengutamakan (orang lain) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya mereka itulah orang-orang yang beruntung”.(QS al-Hasyr: 9)

  • Rumah yang di dalam anggota keluarga memiliki sifat saling memaafkan, tidak saling menyalahkan bahkan merasa dirinyalah yang bersalah apabila terjadi kesalahpahaman dengan orang lain sehingga ia bersegera mengoreksi dirinya. Saling menasihati karena agama adalah nasihat, dengan nasihat yang baik dan dengan cara yang baik, mudah-mudahan seseorang akan kembali dan bertaubat dari kekeliruannya, saling menepati janji, tidak berkhianat, menghormati tamu karena hal ini adalah termasuk ciri kesempurnaan iman seseorang, berbuat baik dan menyayangi anak-anak yatim serta mencukupi kebutuhan mereka, karena Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Saya dan orang yang mencukupi kebutuhan anak yatim di surga seperti ini, beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah”.(HR. al-Bukhari). Maksudnya orang yang mengurus anak yatim akan bersama beliau di surga.

  • Rumah yang didalamnya senantiasa memberikan perhatian utama terhadap urusan shalat, membaca al-Qur`an, zikrullah, tasbih, tahmid ataupun tahlil, doa-doa ataupun dzikir-dzikir yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, seperti keluar dan masuk rumah, makan, mau tidur dan bangunnya, memakai pakaian ataupun lainnya. Demikian pula senantiasa memanjatkan do’a kepada Allah terutama di waktu-waktu yang mustajab, qiyamul lail, dan bentuk ibadah-ibadah yang lain.

  • Rumah muslim ideal adalah rumah yang sederhana, tidak berlebih-lebihan, tidak pula bermegah-megahan. Penghuninya senantiasa menyambung silaturrahim terhadap kerabat dan saudara, berbakti kepada orang tua, memperhatikan hak-hak hewan, dan memperhatikan hak-hak masyarakat, peka dan peduli terhadap urusan dan kebutuhan masyarakat, Islam dan kaum Muslimin serta menafkahkan hartanya dalam rangka ketaatan kepada Allah subhanahu wata’aala.

Saudaraku, ingatlah bahwa setiap kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah subhanahu wata’aala kelak, Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya.” (Mutta-faq ‘Alaih). Maka perhatikanlah hal-hal tersebut di atas agar rumah kita menjadi rumah yang benar-benar seperti rumah Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam dan para sahabatnya karena tidak ada qudwah yang lebih baik dibanding rumah Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam dan para sahabatnya. Wallahu A`lam.

Oleh: Abu Thalhah Andri Abdul Halim.

5 responses to this post.

  1. nih yang belum ada, eeee belum bisa beli

    Balas

  2. semuanya terwujud apabila ada imam yang sholeh ukhtii

    Balas

  3. Posted by 13 on Maret 30, 2009 at 10:11 am

    amien

    Balas

  4. Posted by Jeng Yuli on Januari 17, 2010 at 7:51 pm

    Ass ww. Wah, artikelnya bagus. Lagi butuh bgt pngetahuan tentang konsep rumah islami. Salam kenal ya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: