Archive for Agustus, 2008

Tanggal 8 bulan 8 tahun 08

Oleh : Ayyub Al Fath

Sebuah tanggal yang menarik. Menarik karena unik dan dicari atau ditunggu oleh banyak orang. Kata orang ibarat nomer HP ini merupakan nomor cantik. Banyak yang memanfaatkan tanggal ini sebagai tanggal untuk menikah. Terbukti mertua saya juga sibuk karena ada order borongan pengantin hari jumat ini. Yang biasanya resepsi atau walimahan lebih memilih hari minggu atau sabtu karena banyak yang libur, sehingga yang diundang tidak disulitkan untuk datang.

Berhati-hati dengan “Salam”

Mungkin karena kesibukan, diantara kita sering menyingkat ucapan “salam” yang arti awalnya doa keselamatan justru menjadi “cacian” dan kata “jorok”. Lho bagaimana bisa?

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Image Ucapan ”Assalamu’alaikum”, السلام عليكم, merupakan anjuran agama, dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah]

Baca lebih lanjut

Matahari itu Berwarna Kuning Jingga

Alhamdulillah pas jam 18.15 saya sudah sampai di rumah, itu adalah waktu tercepat saya sampai rumah karena selama kantor saya pindah di Bekasi, saya sampai rumah selalu malam dan paling cepat jam 19.30. Tapi kemarin itu saya rasakan nikmat sekali bisa pulang cepat, waktu yang tersedia untuk melakukan aktifitas jadi lebih banyak tersedia. Selain aktifitas rutin, saya juga masih bisa ketemu ponakan saya yang lucu. Namanya Haifa, umurnya 1 tahun 5 bulan. Semalam dia bergaya jalan nenek-nenek, badannya yang mungil dia bungkukkan sedikit, terus jalan dengan agak sempoyongan…lucu sekali.

Dalam perjalanan pulang, saya juga masih bisa melihat matahari terbenam, orang-orang sering menyebutnya Sunset, untuk melihat Sunset ini ada sebagian orang harus menempuh perjalanan sampai ke pantai atau bila perlu pantai yang di Bali…( padahal keindahan alam yang ALLAH ciptakan bukan hanya Sunset ). Kalau saya ingin sekali melihat langit dan bintang-bintangnya dari pinggir pantai atau di atas gunung, mau tau kenapa….Dulu waktu saya pulkam ( pulang kampung ), dalam perjalanan ke rumah mbah saya pada malam hari, waktu itu belum ada listrik. Saya disarankan oleh kakak saya untuk melihat ke atas supaya tahu jalan ( aneh yach…kalau ada lubang gimana coba ? ), katanya memang begitu kalau jalan di kegelapan malam, yang menjadi petunjuk adalah dengan melihat ke atas langit. Pada saat melihat ke atas langit, saya benar-benar kaget. Langit terasa lebih dekat dan bintang-bintang juga terlihat lebih terang dan banyak sekali. Kalau di Jakarta saya ga pernah melihat langit sedekat itu, di Jakarta langit terasa jauh dan bintang pun terangnya terlihat redup, mungkin karena polusi debu yang sudah terlalu tinggi.

Matahari pada sore itu terlihat bulat sempurna dan besar dihiasi warna kuning jingga dan tak berapa lama kemudian warna nya berubah menjadi merah jingga, tapi bukan merah yang bikin sakit mata…Aduh saya sulit melukiskannya…Benar-benar Subhanallah indahnya….Mudah-mudahan temen-temen juga melihatnya ya…

Saya juga jadi teringat, dulu ada temen yang rajin memberitahu fenomena keindahan alam. Dia kirim SMS ” Coba deh anti liat. Di langit yang cerah, ada apa coba ? berwarna kuning jingga” begitu dia memberitahu saya. Tapi sayangnya waktu itu saya tidak bisa melihat keindahan alam yang dia beritahu.

Memang kita harus sering memperhatikan kebesaran ciptaanNYA, karena dengan begitu kita menjadi lebih dekat dan tunduk kepada NYA…Subhanallah …Alhamdulillah wallahu  Akbar…..

Ditulis oleh : Yanti

Teman Sejati

Semalam saat mata saya sudah tidak mau diajak kompromi yang akhirnya saya memanjakan dengan segera berangkat tidur. Tapi ketika saya hampir lelap tiba-tiba handphone saya berbunyi ” SMS dari siapa sih ?” begitu tanya saya. Dengan sekuat tenaga karena kondisi tubuh yang capek, saya berusaha bangun untuk meraih handphone. Dengan mata yang masih berat untuk dibuka, saya buka pesan yang masuk. Oh dari seorang temen yang sama-sama aktif di kegiatan baksos, kemudian saya baca isi pesan tersebut, kata demi kata terangkai dengan terpisah per bagian kata mungkin untuk memperjelas maksud dari kalimat tersebut ” Teman terbaik itu seperti KOMPUTER. ENTER ke dalam hidupmu. SAVE di dalam hatimu. FORMAT didalam otakmu. Dan jangan pernah DELETE diriku dari MEMORY mu. ” Begitu isi pesan dari teman saya, sebut saja Neneng.

Beberapa hari yang lalu dia juga kirim sms yang isinya hampir sama, tentang arti sahabat. Sekalian aja saya kasih tau isi smsnya ya… Bunyi sms nya begini ” Teman Sejati bukanlah yang selalu di depan mata atau yang senantiasa di sisi..Tapi, Dia selalu setia di hati dan diingat dalam setiap bisikan Do’a “.

Terus terang saya sangat tersentuh dengan isi sms tersebut dan saya merasa bahagia serta bersyukur karena bertambah lagi teman yang menganggap saya sebagai teman sejatinya. Dan akan lebih indah lagi apabila pertemanan juga dilandasi oleh kekuatan cinta kepada yang Maha Pemberi Cinta. Oh ya sekedar info aja, saya belum lama dekat dengan Neneng, kami mulai dekat ketika acara baksos pengobatan gratis dan dia sempat curhat ke saya. Nah sejak itu kalau ketemu di setiap kegiatan Neneng suka sharing atau curhat ke saya.

Untuk Neneng atau teman-teman yang lain, semoga saya bisa menjadi sahabat sejati untuk teman-teman semua. Semoga tidak ada kedukaan dan kesalahan yang saya buat selama saya berteman dengan teman-teman semua, saya masih banyak kekurangan maka .. Mari kita saling menasaheti dalam kesabaran dan kebenaran, agar kita bisa berteman sampai di surga nanti. Amiin…

Ditulis oleh : Yanti

GEROBAK RUMPUT

Di tengah kemacetan jalan raya, gerobak kayu yang dipenuhi oleh rumput hingga menjulang tinggi lebih dari badan gerobak menjadi pemandangan setiap sore atau menjelang malam. Seorang bapak tua dengan badan yang kurus, kulit hitam legam juga peluh yang memenuhi wajahnya, berusaha dengan sekuat tenaga menariknya dan bersaing dengan pengendara lain.

Mungkin pemandangan tersebut tidak akan menjadi sesuatu yang menarik apabila dilakukan di tempat yang masih banyak ditumbuhi oleh tanaman atau pohon-pohon. Di kota Jakarta dimana kebun atau pohon – pohon sudah digantikan oleh gedung-gedung perkantoran atau Mall, maka bisa dibayangkan betapa sulit dan jauhnya perjalanan yang harus ditempuh untuk mendapatkan rumput tersebut.

Saya pernah memperhatikan gerobak rumput itu keluar dari jalan alternatif di sudut kota Jakarta Timur yang berbatasan dengan Bekasi. Dan tidak tahu sudah berapa kilo yang ditempuh untuk keluar jalan alternatif tersebut. Perjalanan kemudian dilanjutkan menempuh jarak yang lumayan jauhnya, karena gerobak itu masuk lagi ke jalan altenatif lain di ujung perbatasan Jakarta Timur di jalan ke arah PIK ( perkampungan industri kecil )…Oh bisa dibayangkan betapa susahnya gerobak tersebut ketika macet, dan betapa lelahnya Bapak penarik gerobak, setiap hari berjalan berkilo kilo meter hanya untuk segerobak rumput. Rumput yang menjadi barang langka di Jakarta.

Sekali lagi, setelah sekian tahun saya tidak pernah melihat pemandangan penarik gerobak rumput itu dan sekarang ini hampir setiap hari saya melihatnya…reaksi yang saya berikan juga masih sama seperti dulu…Menarik nafas panjang sambil berkata dalam hati ” kasihan “…Ya ALLAH semoga apa yang dilakukan Bapak itu adalah jalan baginya untuk mendapatkan keberkahanMU, berikan kesabaran dan ketabahan pada dirinya…Amiin….

By : Yanti