“Jika Aku Menjadi” dan “Termehek mehek”


Ternyata udah lebih dari 2 bulan saya ga buka-buka blog saya, kasihan ditelantarkan hehe….Kangen juga ya pengin posting artikel yang bagus n bermanfaat untuk saya, mudah2an juga untuk temen-temen yang berkunjung ke blog saya.

Oh ya …saya mau  sedikit cerita nih, udah hampir 2 bulan ini saya selalu menunggu acara favorit di Trans TV, setiap sabtu atau minggu jam 18.00 WIB ( jam enam sore ). Acaranya “Jika Aku Menjadi…” dan ” Termehek-mehek “….itulah dua acara yang jadi masuk daftar tontonan favorit saya dan ternyata waktu saya silaturahim ke rumah pakde saya, ternyata anak-anaknya juga penonton setia hehhe..

“Jika Aku Menjadi..” adalah suatu paket acara yang mengemas sebuah perjalanan seseorang selama beberapa hari untuk merasakan pengalaman hidup orang lain.  Kisah perjalanan inilah yang membuat kita jadi lebih sadar, lebih  respek, lebih sensi terhadap keadaan orang lain dan mungkin yang lebih jauh lagi semoga hati kita jadi lebih lembut lagi.

Ternyata masih banyak saudara-saudara di tempat lain atau mungkin disekeliling rumah kita sendiri, untuk makan sehari-hari saja mereka susah. Pernah dikisahkan, ada bapak tua yang tinggal sebatang kara hidup dari hasil dia bekerja sebagai buruh tani,yang penghasilannya tidak seberapa. Kaki bapak ini tinggal satu, dengan menggunkan tingkat dia bekerja, rumahnya sudah  tidak layak dihuni, kasur untuk tidur saja sudah tidak karuan bentuknya. Tahu ga temen-temen?… apa yang dia makan ketika  itu, dia makan nasi yang sudah basi yaitu nasi 3 hari yang lalu, tapi bapak itu tidak pernah mengeluh atas nasibnya, dia tetap bersyukur….Oooohh…ternyata kita yang masih bisa makan tiga kali sehari, nasi lengkap dengan lauknya masih sering mengeluh bahkan mencaci makanan tersebut.

Sedangkan untuk acara “Termehek mehek “, terus terang  saya tadinya sudah memvonis bahwa acara itu berisi kisah cinta anak-anak jaman sekarang. Tapi ternyata sekali saya menonton membuat saya ketagihan, walaupun memang ada juga kisah cinta anak-anak SMA tapi tidak dominan. Acara ini sifatnya membantu orang mencari kerabat, teman atau bahkan pacar yang sudah lama tidak diketahui rimbanya. Kenapa saya suka acara ini, pernah di satu episode ada seorang cucu yang mencarikan kakeknya untuk neneknya, karena cucu itu hanya memiliki kedua orang tua itu. Neneknya terpisah dari kakeknya ketika jaman perang, dimana desa tempat tinggal mereka hangus dibakar oleh penjajah. Ketika kakeknya kembali dari perang menemukan desanya sudah terbakar dan mencari-cari neneknya tapi tidak berhasil. Ketika itu si nenek sedang hamil, akhirnya mereka terpisah hingga si cucu sudah besar dan mengetahui cerita ini. Neneknya yang sudah sakit-sakitan membuat si cucu berniat mempertemukan mereka. AKhirnya melalui tim Termehek-mehek dia dapat mempersatukan kembali kakek dan neneknya. Cerita yang mengharukan….

Yaaacchh….begitulah ceritanya, yuuuk…kita nonton dua tayangan tersebut temen-temen…

By : Bidadari08

One response to this post.

  1. Aswb. Sama mba’ aku jg senang dgn acara “Jika aku menjadi” tp kalo termehek2 sih jrg nonton, pertamanya aku jg ga tau kalo yg aku nnt itu “JAM” pas wkt itu lg memotret kehidupan masy pemecah batu kapur, saat itu jg sempat larut dlm suasana betapa berat beban yg dikerjakan dgn hasil yg mgkn jauh bahkan sama sekali tidak berarti bagi kebanyakan orang, tp bgtlah yg harus mereka jalani tnp rasa mengeluh sedikitpun. Setuju dgn apa yg mba’ smpaikan bahwa mmg terkadang sgt mdh mengucap kata “SYUKUR” namun sangat sulit dlm mewujudkannya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: