Archive for Desember, 2008

” Pengorbanan, Untuk Apakah Itu…? “

Bagaimana mau menggapai mimpi, jika tidak mau berkorban. Pengorbanan, Sebenarnya tulisan ini saya dapat ide ketika saya main ke pasar induk kramat jati, untuk membeli buah durian, salah satu buah kesukaan saya. ketika itu saya melihat seorang sepuh yang sudah tua masih bekerja sebagai kuli angkut. Dilain pihak dalam hidup ini kita memang memerlukan pengorbanan dan kakek tua itu bilang dia berkorban agar anaknya dapat lebih sukses dari dia. suatu pengorban yang luar biasa.
Iklan

Aku Malu Menjadi Wanita

” Wanita itu ibarat buku yang dijual di toko buku. ” Kata Ukhti Liana,
mentor rohaniku ketika SMA.

Ia melanjutkan ceritanya “Begini asosiasinya.. di suatu toko buku banyak pengunjung yang datang untuk melihat-lihat buku. Tiap pengunjung memiliki kesukaan yang berbeda-beda. Karena itulah para pengunjung tersebar merata di seluruh sudut ruangan toko buku. Ia akan tertarik
untuk membeli buku apabila ia rasa buku itu bagus, sekalipun ia hanya
membaca sinopsis ataupun referensi buku tersebut. Bagi pengunjung yang
berjiwa pembeli sejati, maka buku tersebut akan ia beli. Tentu ia memilih buku yang bersampul, karena masih baru dan terjaga. Transaksi di kasirpun segera terjadi. ”

“iya, terus kak..?” kataku dan teman-teman, dibuat penasaran olehnya.

Baca lebih lanjut

Jangan Marah

by Islamination

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat.” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, Baca lebih lanjut

Kebohongan Sang Ibu

by Islamination

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia. Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Baca lebih lanjut