Rasakan gejolak rasa Takut dan Cinta di dalam sembahyang


Saban hari kita menghadap Tuhan yang menjadi pemilik seluruh alam, memuji dan memuja-Nya ucapan ucapan resmi yang Tuhan ajarkan pada manusia di salam upacara sembahyang itu cukup hebat dan agung sekali bila disingkap maksud tersirat disebaliknya Tuhan menyuruh kita memulakan upacara menyembah-Nya itu dengan Ucapan Takbir “Allahu Akbar” yang membawa arti “Allah yang Maha Besar” Lafaz takbir itu rupanya sungguh agung karena didalam ucapan tersebut terkandung himpunan seluruh sifat sifat Tuhan yang Maha Hebat Itu Bagi orang orang yang benar benar mengenali Tuhan, akan gemetarlah hati mereka apabila menyebut Allahu Akbar karena membayangkan dan merasakan kebesaran serta kehebatan-Nya Yakni Maha Mendengar-NYa, Maha Berkuasa-Nya, Maha Menghukum-Nya, Maha Mencipta-Nya, dan Maha Memusnahkan-Nya Serta seluruh himpunan sifat-sifat keagungannya terangkum didalam kalimah Allahu Akbar Bila kalimah ini dihayati, ia akan membuat seorang hamba merasa takut, cemas, malu, serta gemetar waktu berdiri menghadap-Nya Merasa diri terlalu kerdil di persada kebesaran-Nya memang sepatutnyalah seorang hamba berperasaan demikian terhadap Tuhannya Pernah terjadi dalam sejarah para sahabat sewaktu sayidina Abu bakar mengangkat takbir, tercium bau sangit dari beliau. bila ditanya, rupa-rupanya bau itu adalah kesan dari hatinya yang “terbakar” karena takutkan Tuhan Demikianlah Tuhan menzahirkan rasa ketakutan seorang hamba yang bertaqwa untuk dicontoh dan difahami orang lain orang yang benar benar mengenali Tuhan, pasti menggelepar ketakutan hati-hati mereka karena kehebatan-Nya begitulah besarnya arti kalimah Allahu Akbar Patutlah ia menjadi kewajiban disebut di permulaan solat serta diantara setiap pertukaran rukun Seterusnya Tuhan meminta hamba-hamba-Nya meneruskan lagi “pengembaraan” dalam ucapan penyembahan terhadap-Nya itu Dengan rahmat dan kasih-sayang-Nya TUhan begitu bersimpati dgn hamba-hamba-Nya yang sedang ketakutan dengan-Nya, yang perasaan mereka sungguh tertekan bila mengenang kehebatan-Nya Tuhan tidak biarkan perasaan takut pada-Nya berterusan lalu Dia memperkenalkan pula sifat-Nya yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang Agar hamba-hamba-Nya merasa sejuk dan tenang kembali Dia menyuruh kita memulakan bacaan Al Fatihah dgn menyebut Bismillahirrahmanirrahim, yaitu “Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang” Si hamba yang tadinya sedang dalam ketakutan mengenangkan kehebatan-Nya Lantas dibujuk oleh-Nya seolah-olah Tuhan bagaikan berkata “Walaupun aku hebat, Maha Qahhar, Jabbar, Berkuasa, Maha Menghukum Maha Menghidupkan dan Mematikan, tetapi Aku juga Maha Pengasih lagi Penyayang” Begitulah Tuhan berhalus dengan hamba-hamba-Nya Maha Bijaksana Tuhan menyeimbangkan dua rasa yang cukup penting yaitu Takut dan Cinta pada-Nya Pelayaran dalam menyembah-Nya ini Bagaikan satu set lengkap yang cukup sempurna untuk seorang hamba itu dipergilirkan rasa Takut dan Cinta pada-Nya Demikianlah hebatnya Tuhan yang menganugerahkan ibadah sholat yang agung sebagai suatu upacara penyembahan terhadap Dia yang Maha Agung Seterusnya Tuhan membawa lagi kita dalam pengembaraan perkenalan dengan-Nya itu, dengan meminta kita memuji dan memuja-Nya Tuhan ajar kita bersyukur pada-Nya dan memuji-Nya dengan ucapan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, yang bermaksud “Segala puja dan puji untuk Tuhan seru sekalian alam” Tuhan menyuruh kita bersyukur kepada-Nya karena dengan Kasih Sayang-Nya Tuhan telah menciptakan alam ini yang didalamnya ada langit, bumi, matahari, hewan, tumbuhan, hujan, rezeki, dan lain lain Kesemua aspek yang ada hubungannya dengan manusia, terhimpun dalam ciptaannya ini. Tanpa kita minta dan kita sadari Tuhan telah menyediakan seluruh perkara yang ada hubungan dengan kehidupan dan keperluan manusia melalui penciptaan alam ini Malah tanpa kita sadari juga, penciptaan alam itu turut merangkumi penciptaan para malaikat yang mana Tuhan menciptakan para malaikat untuk melakukan tugas-tugas, juga ada hubungannya dgn manusia. Ada malaikat yang Tuhan tugaskan memberi rizki, menurunkan hujan, dan sebagainya Rupa-rupanya baru kita faham bahwa sebutan alhamdulillahi Rabbil alamin itu mengkabarkan betapa besarnya nikmat yang dia anugerahkan pada hamba-hamba-Nya sebagai lambang kasih sayang-Nya sebab itulah kita wajib mensyukuri-Nya Barulah kita faham negapa Tuhan tidak suruh kita menyebut “Rabbil ilm”(Tuhan yang memiliki Ilmu) atau “Rabbil Razak (Tuhan yang Memberi Rezeki) dan lain lain, karena perkataan itu menggambarkan satu aspek saja dari keseluruhan nikmat yang Dia anugerahkan Tetapi bila disebut Rabbil Alamin, ia merangkumi kesemua Nikmat-Nya Betapa hebat kasih sayang Tuhan Sebutan dan kalimah yang terkandung dalam ucapan resmi yang dia ajarkan pada Hamba-Nya Rupanya kita selama ini adalah hamba yang tidak sadar diri Tidak tahu mengenang budi, tidak suka memuji muji serta tidak pandai “mengambil hati” Tuhan, lantaran membutakan mata hati dari mengenali-Nya Semoga belum terlewat masanya bagi kita untuk berkenalan dengan Tuhan Merasai lautan kasih sayang-Nya yang tiada batas, merasa gentar akan kehebatannya dan menghayati percintaan dengan-Nya Hingga hati hati kita mampu merasakan kebesaran nikmat Anugerah-Nya Lantas berkata “Memang selayaknya dan sepatutnya Engkau dipuji wahai Tuhan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: