Archive for Januari, 2010

Uwais, pemuda langit yg taat pada ibunya

Pada zaman Nabi Muhammad saw, ada seorang pemuda bernama Uwais Al-Qarni. Ia tinggal dinegeri Yaman. Uwais adalah seorang yang terkenal fakir, hidupnya sangat miskin. Uwais Al-Qarni adalah seorang anak yatim. Bapaknya sudah lama meninggal dunia. Ia hidup bersama ibunya yang telah tua lagi lumpuh. Bahkan, mata ibunya telah buta. Kecuali ibunya, Uwais tidak lagi mempunyai sanak family sama sekali.
Baca lebih lanjut

Begitu Kecilkah “ DIA “

“ Jangan kamu bandingkan mahluk dengan ALLAH, kalau mau mencari perbandingan maka bandingkan dengan sesama mahluk. Kalau kamu membandingkan saya dengan ALLAH, begitu kecilnya ALLAH karena disamakan dengan mahlukNYA” begitu penjelasan teman saya menanggapi pujian saya kepada dia yang telah berhasil mengajukan proposal penelitian dengan dana yang cukup besar. Pada saat itu saya memuji dia hebat dan mendengar jawaban dia bahwa ada yang lebih hebat maka saya katakan ke dia “iya ALLAH yang Maha Hebat” maka mengalirlah kata-kata yang membuat saya tertegun, karena terus terang baru teman saya ini yang memberikan jawaban seperti itu, biasanya jawaban yang saya terima “ Iya ALLAH lah yang Maha Hebat “.

Baca lebih lanjut

Sabar (Hakekat dan Jenis Kesabaran)

Tak terasa, ternyata sudah beberapa tahun berlalu peristiwa tsunami melanda bumi Nangro Aceh Darussalam. Namun bekas-bekas kedahsyatan dan kepedihan itu terasa masih menyisakan sebuah cerita dan ibroh (pelajaran) bagi kita semua. Kemudian disusul pula dengan musibah-musibah yang datang silih berganti yang seakan tak kunjung reda. Mulai dari virus yang mewabah (flu burung), banjir, tanah longsor, kenaikan BBM sampai dengan pengeboman. Menyikapi ini semua, apakah kita hendak menyiram bibit kebencian kepada sang Pencipta dan menisbatkan seluruh kejadian tersebut karena ketidakadilan Alloh –naudzu billah!!-, ataukah kita memukul dan merobek baju dengan wajah merah padam tanda kurang sabar? Ketika dalam kondisi terjepit demikianlah seorang muslim diuji, dituntut untuk bersikap dengan benar.

Menahan Marah

Suatu hari Rasulullah SAW bertamu ke rumah Abu Bakar Shidiq. Ketika sedang bercengkerama dengan Rasulullah, tiba- tiba datang seorang Arab badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar. Makian, kata- kata kotor keluar keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah. Melihat hal ini Rasulullah tersenyum.

Baca lebih lanjut

BENARKAH, DO’A MAIN-MAIN ??

Terkejut…itulah yang terjadi pada saya ketika membaca sebait kalimat “ Do’a Main-Main”, sebuah judul tulisan dari salah satu Group di jejaring Facebook, banyak pertanyaan yang muncul di kepala saya membaca judul tulisan itu,  Main-Main seperti apa yang bisa dilakukan dalam berdo’a, itulah yang sempat terpikir oleh saya pada saat membaca judul tersebut.

Baca lebih lanjut

Jadilah Seperti Lebah

Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar) Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana Baca lebih lanjut

Sikap Terhadap Nikmat Dan Musibah

Muslim disebut Muslim karena kelekatannya pada sikap penyerahan diri pada Allah SWT. Islam artinya ”berserah diri”. Islam adalah jalan hidup yang menuntut penganutnya untuk menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah. Tidak diperbolehkan bagi seorang Muslim untuk memiliki sikap atau pendapatnya sendiri dalam persoalan-persoalan penting dalam hidupnya. Jika non-Muslim (orang kafir) menganggap dirinya berhak memiliki sikap dan pendapatnya sendiri tentang hidup, musibah senang dan bahagia, Muslim harus bertanya kepada agamanya apakah arti itu semua. Oleh karena itulah ia dapat disebut ”Muslim” yang artinya berserah diri.

Baca lebih lanjut