Sopir Angkot


Kejadian lucu ini saya alami dalam angkot perjalanan pulang dari kerja, kejadian ini menurut saya lucu karena baru saya lihat ada sopir angkot yang bersikap seperti sopir angkot yang saya tumpangi.

Cerita ini berawal ketika angkot yang saya naiki sampai di lampu merah pintu keluar tol Cakung. Sopir angkot yang masih muda dan mungkin juga belum lama jadi sopir angkot, dia ditemani oleh temannya yang duduk di sebelahnya. Selama dalam perjalanan mereka terlihat asyik mengobrol dengan akrabnya.

Pada waktu angkot sampai di lampu merah pintu tol Cakung, lampu lalu lintas di perempatan berwarna merah  dan tandanya mobil harus berhenti, maka berhentilah angkot yang saya tumpangi pas di barisan depan lampu merah. Si sopir asyik sekali mengobrol dengan temannya dan tanpa sepengetahuan sopir angkot naiklah 2 anak jalanan, yang satu memakai seragam sekolah SD sedangkan yang satunya lagi hanya memakai kaos dan celana yang sudah keliatan kumal, tapi anak yang berkaos terlihat bergaya seperti anak dewasa, dengan kaki satu diangkat ke atas dia bertanya-tanya dan cerita ke temannya yang berseragam, saya melihat tingkah laku mereka tersenyum sendiri.

Tidak berapa lama lampu lalin pun berwarna hijau, maka angkot pun melaju kembali ke tujuan terminal Pulo Gadung. Tidak berapa lama setelah angkot kembali jalan, sesampainya di pasar cakung si sopir menengok ke belakang, memandangi barisan kursi penumpang dan betapa kagetnya dia ternyata ada 2 penumpang tak diundang yang tidak dia ketahui kehadirannya. Dengan nada bingung dia berkata ke temannya “ loh ko ada anak2 itu, dimana naiknya ?? ko gue nga tahu, loe liat mereka pada naik ga ?” dengan nada bingung dia bertanya ke temannya. Tapi si sopir tidak mengusir mereka, biasanya selama yang saya tahu kalau ada anak-anak jalanan naik, sopir akan marah dan menyuruh mereka turun, jangankan anak jalanan bahkan ada juga sopir yang anti menaikkan anak-anak sekolah karena bayar ongkos yang murah.

Angkotpun masih terus melaju, dan pada saat angkot sampai di lampu merah Kupar, dimana di lampu merah ini sering terjadi kemacetan yang cukup panjang dan benar saja angkot kami juga terjebak dalam kemacetan, pada saat macet tersebut tiba-tiba ada sopir angkot lain yang memanggil dan mengajak nego si sopir untuk menerima operan penumpang. Dengan kerelaannya sopir angkot menerimanya, tapi dia tidak meminta atau menanyakan lebih dulu ongkos penumpang operannya. Akhirnya 3 penumpang pun bergabung dengan kami yang sudah lebih dulu ada di angkot dan berbarengan dengan itu 2 penumpang anak jalanan juga turun tanpa membayar ongkos, sesampainya di depan Pulo Gadung Trade Centre (PTC) ada seorang penumpang pindahan yang turun dan ketika turun penumpang itu berkata kepada sopir “ongkosnya udah tadi ya bang”,  si sopir bengong mendengarnya, kemudian ada seorang ibu yang ikut menjelaskan ke sopir “Iya bang, tadi katanya ga usah bayar lagi “ . Si sopir dengan kebingungannya berkata ke temannya “ Loe sih tadi gue suruh minta ongkosnya, malah diem aja..kalau kayak gini sama aja boong dong, itung-itung cuma nganter” gerutu si sopir.

Kejadian yang terhitung jarang terjadi dan itu membuat saya tersenyum sendiri, hal ini terjadi karena sopir yang belum berpengalaman dan juga mungkin belum bisa marah kepada penumpang. Ternyata pengalaman di lapangan harus sering dilakukan pak sopir, agar dia bisa beradaptasi dengan lingkungan kerjanya terlebih lingkungan sopir angkutan yang dituntut harus tegas dan berani. “Semoga pak sopir mendapat ganti yang lebih baik dari ongkos 5 penumpangnya” do’a saya dalam hati.

2 responses to this post.

  1. Posted by akhmad on Mei 3, 2010 at 5:29 pm

    hehehe….bagus juga ceritannya….itulah hidup….harus tegas dan bijak….dalam menyikapinnya……

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: