Archive for the ‘Kitab Tauhid’ Category

Ilmu Yang Membahas Al-Qur’an

Beberapa ilmu Yang Membahas Al-Qur’an

a.  Ilmu Asbabun Nuzul, yaitu bagian dari ulumul Qur’an yang mempelajari sebab-sebab diturunnya ayat. Dengan ilmu ini seorang mufassir dapat mengetahui hikmah adanya suatu hukum dan perhatian syari’at terhadap kepentingan umum dalam menghadapi segala peristiwa. Selanjutnya seorang mufassir bisa membatasi hukum yang diturunkan dengan sebab yang terjadi. Para ulama sangat memperhatikan masalah asbabun nuzul ini, diantaranya apa yang dikatakan oleh Al Wahidy (Wafat 427 H) : “Tidak mungkin kita mengetahui tafsir suatu ayat tanpa mengetahui kisah dan sebab turunnya ayat tersebut.” Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah juga berkata : “Mengetahui asbabun nuzul menolong kita untuk memahami ayat, karena dengan mengetahui sebab turunnya ayat itu dengan sendirinya akan menghasilkan pengetahuan tentang yang disebabkan olehnya.” Diantara kitab asbabun nuzul yang termasyhur adalah kitab Lubabun Nuzul Fii Asbabin Nuzul, karya Imam Jalaluddin As Suyuthi, wafat : 911 H.

Baca lebih lanjut

Sikap Pasif Kaum Muslimin Dan Problematikanya

oleh: Dr.Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan

Di antara sikap wala’ dan mahabbah karena Allah antar-umat Islam adalah seorang muslim harus mempedulikan urusan masyarakatnya secara umum dan mempedulikan urusan saudaranya sesama muslim secara khusus.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kecintaan, kasih sa-yang dan kelembutannya adalah bagaikan satu jasad. Manakala suatu anggota tubuhnya mengadu kesakitan, maka sekujur tubuhnya itu menanggungnya, tidak tidur malam dan demam.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Baca lebih lanjut

Bentuk-Bentuk Taqlid Kepada Kuffar Yang Buruk

oleh: Dr.Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan

Yaitu melampaui batas dalam menyenangi dan menggandrungi perkara-perkara sepele yang tidak banyak artinya, dan menggelutinya sampai lupa kepada Allah, lalai dari ketaatan kepadaNya serta lalai dan meninggalkan amal usaha yang berguna bagi dunia dan agama-nya.

Mereka melakukan hal ini sebagai akibat dari kekosongan hidup yang dialaminya; hidup tanpa aqidah, tanpa ibadah dan tanpa kebajikan yang ditabungkan untuk akhirat. Mereka melakukan karena terpedaya dan terkecoh oleh bangsa-bangsa lain yang terus-menerus mengupayakan untuk menjauhkan mereka dari agama dan akhirat mereka.

Baca lebih lanjut

Hukum Meniru Kaum Kuffar, Macam-Macam Dan Dampaknya

oleh: Dr.Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan

A. Hukumnya
Meniru kaum kuffar dalam hal-hal yang menjadi kekhasan mereka atau adat mereka adalah haram dan diancam dengan ancaman yang keras, karena itu merupakan bentuk wala’ kepada mereka. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa bertasyabbuh (menyerupai) dengan suatu kaum maka ia termasuk dari mereka.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan di-shahih-kan oleh Ibnu Hibban)

Kemudian keharamannya berbeda-beda menurut mafsadah (kerusakan) yang ditimbulkannya serta dampak-dampak yang disebabkan olehnya.

Baca lebih lanjut

Mengutamakan Tinggal Dan Bekerja Di Negara Kafir

oleh: Dr.Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan

Bekerjanya seorang muslim untuk mengabdi atau melayani orang kafir adalah haram, karena hal itu berarti penguasaan orang kafir atas orang muslim serta penghinaannya. Iqamah atau bertempat tinggal terus-menerus di antara orang-orang kafir juga diharamkan.

Karena itu Allah mewajibkan hijrah dari negara kafir menuju negara muslim dan mengancam yang tidak mau berhijrah tanpa uzdur syar’i. Juga mengharamkan seorang muslim bepergian ke negara kafir kecuali karena alasan syar’i dan mampu menunjukkan ke-Islamannya, kemudian jika selesai tujuannya maka ia harus segera kembali ke negara Islam.

Baca lebih lanjut

Hukum Meminta Bantuan Kepada Orang-Orang Kafir

oleh: Dr.Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan

A. Dalam bidang bisnis atau pekerjaan
Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disem-bunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi.” (Ali Imran: 118)

Baca lebih lanjut

Menyambut Dan Ikut Rayakan Hari Raya Atau Pesta Orang Kafir Serta Berbelasungkawa Dalam Hari Duka Mereka

oleh: Dr.Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan

A. Hukum Menyambut dan Bergembira dengan Hari Raya Mereka
Sesungguhnya di antara konsekuensi terpenting dari sikap membenci orang-orang kafir ialah menjauhi syi’ar dan ibadah mereka. Sedangkan syi’ar mereka yang paling besar adalah hari raya mereka, baik yang berkaitan dengan tempat maupun waktu. Maka orang Islam berkewajiban menjauhi dan meninggalkannya.

Baca lebih lanjut