Posts Tagged ‘Artikel Islam’

ADAB-ADAB DALAM MENUNTUT ILMU

Ada beberapa hal yang seyogyanya seorang penuntut ilmu menghiasi diri dengannya, karena hal itu akan membantu dia dalam mencari ilmu atau mengokohkan ilmunya. Diantaranya:

1. Bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah maka Allah akan menjadikan untuk kalian furqan (pembeda).” (Al Anfal: 29)

Dijelaskan oleh Ibnu Utsaimin, Allah akan menjadikan bagi kalian sesuatu yang bisa kalian pakai untuk membedakan antara yang hak dan yang batil, manfaat dan mudharat, dan ini masuk di dalamnya ilmu. Dimana Allah akan membukakan untuk seseorang ilmu-ilmu yang tidak dibukakan untuk selainnya. Karena dengan bertakwa akan diperoleh petunjuk, tambahan ilmu, dan tambahan hafalan. (Abdullah bin Mas’ud mengatakan: “Belajarlah, barangsiapa telah berilmu maka hendaknya beramal.” Beliau juga berkata: “Sungguh aku menyangka bahwa seseorang akan lupa ilmunya dengan sebab dosa yang dia lakukan.”) (Adab Syar’iyyah: 2/41, red)

Baca lebih lanjut

Iklan

Kasih Seorang Guru

Pada dasarnya. Dewasa ini, kita sering menganggap bahwa yang namanya orang tua itu, hanyalah Ibu dan Bapak kandung kita saja. Akan tetapi jika kita melihat kesimpulan tentang pembagian cinta oleh Ibnu Bathol, kita akan mengerti bahwasanya yang dinamakan orang tua bukan hanya kedua orang tua kandung kita saja. Ibnu Bathol membagi cinta menjadi 3 bagian. Yang pertama adalah cinta yang dikuhususkan kepada para ulama, guru dan kedua orang tua kandung, yang digolongkan kepada “محبة إجلال و اعظام” (cinta untuk mengagungkuan). Dari pengelompokan cinta yang pertama ini, pastilah kita sudah bisa menyimpulkan bahwa, yang dinamakan orang tua itu ada tiga yakni orang tua kandung, ulama’ dan guru.

Baca lebih lanjut

MEMAHAMI PERBEDAAN DENGAN ‘ARIF DAN BIJAKSANA

Alkisah, Imam Syafi’i atau Imam Madzahibul Arba’ yang terkenal cerdas dan paling banyak pengikutnya, bisa dibilang diatara hujjah-hujjahnya terkadang tidak sama dengan para muridnya dan juga dengan gurunya. Imam Hanafi, salah satu murid beliau yang paling cerdas, terkadang dalam berhujjah tidak sama dengan gurunya. Begitu juga dengan Imam Abu Hanifah, meskipun Imam Syafi’i tidak sezaman dengan beliau, Imam Abu Hanafi bagi Imam Syafi’i telah dianggap sebagai guru rohani beliau yang paling dihormati dan disegani. Hal ini terbukti dikala ada satu perbedaan mengenai kaifiyatu atau cara berdo’a. Imam Abu Hanafi Baca lebih lanjut